CEO Visa Pertahankan Sikap Netral terhadap Persaingan Stablecoin di Tengah Kehadiran Pasar Baru

TL;DR
- CEO Visa menyatakan perusahaan akan tetap bersikap netral terhadap berbagai stablecoin.
- Visa bertujuan untuk mendukung pasar yang beragam alih-alih mengunggulkan aset tertentu.
- Pendekatan perusahaan mencakup dukungan untuk Open USD, USDC, dan Tether.
Strategi Visa Terhadap Keberagaman Stablecoin
Visa memposisikan dirinya sebagai penyedia infrastruktur yang netral dalam lanskap stablecoin yang terus berkembang. CEO perusahaan baru-baru ini membahas apakah kemunculan Open USD merepresentasikan tantangan langsung bagi pemimpin pasar mapan seperti Tether dan USDC. Alih-alih melabeli Open USD sebagai pesaing, sang CEO menekankan bahwa tujuan utama Visa bukanlah untuk "memilih pemenang" di dalam ruang aset digital.
Dengan menghindari dukungan terhadap satu aset yang dominan saja, Visa bermaksud untuk menumbuhkan lingkungan yang lebih kompetitif dan beragam bagi stablecoin. Strategi ini mengisyaratkan bahwa perusahaan akan terus memberikan dukungan untuk berbagai macam integrasi stablecoin, yang dapat memfasilitasi adopsi yang lebih luas di berbagai platform dan kasus penggunaan.
Implikasi bagi Pasar Aset Digital
Keputusan untuk tetap bersikap agnostik terhadap stablecoin tertentu dapat memberikan implikasi signifikan bagi dinamika pasar. Dengan mendukung banyak aset, Visa menghindari risiko menambatkan infrastrukturnya pada satu titik kegagalan tunggal atau satu hasil regulasi saja. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk menskalakan layanan mereka terlepas dari stablecoin mana yang pada akhirnya mendapatkan traksi paling tinggi di kalangan konsumen dan merchant.
Pengamat industri menyarankan bahwa sikap netral ini dapat mendorong masuknya para penerbit stablecoin baru, dengan mengetahui bahwa jaringan pembayaran besar seperti Visa terbuka untuk integrasi. Hal ini dapat mengarah pada peningkatan inovasi dalam cara pemanfaatan stablecoin untuk pembayaran lintas batas dan transaksi ritel, karena hambatan untuk masuk menjadi lebih rendah berkat ketersediaan jalur pembayaran global.
This article was reconstructed from public reporting with AI assistance and is for informational purposes only — not financial advice. See our editorial policy.
Related
Cross-Chain Vulnerabilities Lead to $35 Million Loss Across Crypto Protocols
SecondFi Shutters Following $2.4M ADA Exploit as Market Security Risks Mount
Robinhood Chain Surpasses $430 Million TVL and Sparks Ecosystem Growth Within Weeks of Launch