Kredit On‑Chain Semakin Berkembang dengan Peluncuran dari Visa, Agritech India, Dana GCC, dan MoneyGram

TL;DR
- Visa mengkomitkan $2,5 miliar untuk kredit on-chain guna penyelesaian kartu.
- Perusahaan agribisnis India melakukan tokenisasi pinjaman senilai $2 miliar yang didukung biji-bijian di Avalanche.
- Zamanat meluncurkan dana tokenisasi senilai $100 juta untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan UKM GCC.
Memperluas Infrastruktur Kredit On‑Chain
Jaringan pembayaran utama dan perusahaan keuangan semakin gencar mengalokasikan modal ke produk kredit berbasis blockchain. Visa mengumumkan program senilai $2,5 miliar yang bertujuan memindahkan pembiayaan penyelesaian kartu ke buku besar publik, sebuah langkah yang disebut oleh Cryptoslate sebagai “taruhan kredit kripto” yang dapat mengubah cara pedagang menerima dana. Inisiatif ini diharapkan dapat memanfaatkan infrastruktur stablecoin yang ada untuk memberikan penyelesaian instan dan mengurangi ketergantungan pada saluran perbankan koresponden tradisional.
Tokenisasi Aset Dunia Nyata Mulai Berkembang
Di Asia, perusahaan layanan pertanian Arya.ag menggunakan blockchain Avalanche untuk membuat representasi digital dari pinjaman senilai $2 miliar yang didukung oleh biji-bijian, menurut Coindesk. Dengan melakukan tokenisasi pinjaman ini, para pemberi pinjaman mendapatkan akses ke data kinerja pinjaman dan kualitas agunan yang transparan serta dapat diaudit, yang secara potensial dapat menurunkan premi risiko untuk pembiayaan pertanian. Sementara itu, di kawasan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), platform fintech Zamanat menargetkan kekurangan pembiayaan sebesar $250 miliar untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Cryptopotato melaporkan bahwa Zamanat berencana untuk menggalang dana hingga $100 miliar untuk dana kredit swasta yang ditokenisasi, yang akan menerbitkan sekuritas berbasis blockchain kepada investor yang mencari eksposur terhadap pinjaman UKM.
Adopsi Kartu Stablecoin di Pasar Berkembang
MoneyGram telah memperkenalkan kartu stablecoin bermerek Visa di Kolombia, sebuah perkembangan yang disorot oleh The Defiant. Kartu ini memungkinkan pengguna untuk membelanjakan mata uang digital yang dipatok ke dolar secara langsung di terminal titik penjualan (POS), menjembatani kesenjangan antara pembayaran fiat tradisional dan keuangan terdesentralisasi. Dengan mengintegrasikan jaringan Visa dengan backend stablecoin, MoneyGram bertujuan untuk menyediakan transfer lintas batas yang lebih cepat dan berbiaya lebih rendah sekaligus memperluas penggunaan stablecoin dalam perdagangan sehari-hari.
Implikasi yang Lebih Luas
Secara kolektif, proyek-proyek ini menggambarkan meningkatnya kepercayaan di kalangan pelaku keuangan mapan terhadap kemampuan blockchain untuk merampingkan penerbitan kredit, meningkatkan transparansi, dan memperluas akses terhadap modal. Melakukan tokenisasi aset dunia nyata—dari inventaris biji-bijian hingga faktur UKM—menawarkan jalur menuju kepemilikan fraksional dan ketentuan pembayaran yang dapat diprogram. Pada saat yang sama, penerapan kartu stablecoin menunjukkan bahwa aplikasi yang berorientasi pada konsumen semakin matang seiring dengan kasus penggunaan institusional. Regulator di berbagai yurisdiksi sedang memantau perkembangan ini, tetapi belum ada perubahan kebijakan spesifik yang diumumkan.
Konvergensi antara kredit on-chain, tokenisasi aset, dan pembayaran stablecoin menandakan pergeseran yang patut dicatat menuju infrastruktur terdesentralisasi dalam keuangan tradisional, yang secara potensial dapat mengubah model pinjaman dan ekosistem pembayaran dalam beberapa tahun ke depan.
This article was reconstructed from public reporting with AI assistance and is for informational purposes only — not financial advice. See our editorial policy.
Related
Hyperliquid Market Developments: New DeFi Products and Supply Dynamics
Router Protocol Ceases Operations And Burns 303 Million Tokens Following Failed Acquisition
Robinhood Chain and Solana Compete for DeFi Dominance and Asset Tokenization