← TradeAssi News
marketJuly 28, 2026·TradeAssi Newsroom

Wall Street Perluas Jejak Kripto di Tengah Aksi Jual Saham Teknologi dan Perdebatan Regulasi

TL;DR

  • Bitcoin jatuh di bawah $63.000 akibat koreksi saham teknologi Asia yang merembet ke Wall Street.
  • Sebuah perusahaan senilai $1,5 miliar mengungkap kepemilikan ETF kripto, sementara saham Bitmine melonjak 13% berkat hasil perbendaharaan ETH.
  • Veteran Wall Street, Don Wilson, memperingatkan bahwa regulator salah memahami kontrak perpetual swap.

Dampak Lintas Sektor Teknologi dan Rotasi Sektor

Pasar kripto mengalami limpahan makro yang lebih luas seiring volatilitas yang melintasi bursa saham regional. Harga Bitcoin jatuh di bawah ambang batas $63.000 menyusul kejatuhan besar pada ekuitas semikonduktor Asia yang kemudian berdampak pada Wall Street, menurut Cointelegraph. Penularan pasar ini berkontribusi pada penurunan harga yang meluas pada Bitcoin dan aset digital alternatif, menandakan fase volatilitas pasar yang tinggi.

Sementara itu, sentimen investor di Wall Street menunjukkan rotasi sektor yang jelas. Seperti yang dilaporkan oleh CryptoBriefing, para pelaku pasar menarik modal dari ekuitas kecerdasan buatan (AI) dan dialokasikan kembali ke aset defensif safe-haven, yang mendorong perusahaan asuransi AS mencapai rekor harga tertinggi.

Kepemilikan ETF Institusional dan Strategi Perbendaharaan

Di tengah fluktuasi pasar ekuitas sekalipun, integrasi institusional dengan produk kripto terus maju. CoinGape melaporkan bahwa sebuah entitas Wall Street senilai $1,5 miliar secara terbuka mengungkapkan kepemilikan ETF-nya, dengan eksposur yang mencakup dana Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana. Pengajuan tersebut menyoroti alokasi institusional yang sedang berlangsung terhadap kendaraan kripto multi-aset.

Secara bersamaan, strategi perbendaharaan perusahaan yang terikat dengan Ethereum melihat permintaan pasar publik yang kuat. Saham Bitmine melonjak 13% setelah investor Wall Street bereaksi positif terhadap kepemilikan perbendaharaan Ethereum dan program pembelian kembali saham perusahaan tersebut, menurut BeInCrypto. Konvoi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan Wall Street terhadap manajemen neraca perusahaan yang terikat dengan aset digital.

Gesekan Regulasi Seputar Kontrak Berjangka Perpetual

Seiring semakin dalam ikatan institusional, sudut pandang regulasi terhadap instrumen keuangan asli kripto tetap menjadi sumber gesekan. Menurut CoinDesk, veteran Wall Street Don Wilson mengkritik pendekatan badan pengatur terhadap kontrak berjangka perpetual. Wilson berargumen bahwa regulator gagal memahami secara akurat perpetual swap, yang ia gambarkan sebagai inovasi perdagangan paling signifikan yang muncul dari industri cryptocurrency.

#wall street#bitcoin#ethereum#etf#regulation

This article was reconstructed from public reporting with AI assistance and is for informational purposes only — not financial advice. See our editorial policy.