← TradeAssi News
regulationJuly 22, 2026·TradeAssi Newsroom

Senat Meluncurkan Draf Revisi Undang-Undang CLARITY di Tengah Gesekan Lintas Partai

TL;DR

  • Senat merilis draf terbaru UU CLARITY yang menampilkan perlindungan bagi pengembang perangkat lunak dan tanggal kedaluwarsa (sunset date) 2029 untuk aturan etika.
  • Para advokat industri kripto menyerukan pemungutan suara di Senat, sementara kaum Demokrat mengkritik kerangka etika RUU tersebut.
  • Ketidakpastian tetap ada mengenai pengesahannya karena RUU rancangan Partai Republik ini belum memiliki konsensus bipartisan meskipun peluang pemungutan suara meningkat.

Bahasa Legislatif Baru

Senat AS baru-baru ini meluncurkan draf revisi dari UU CLARITY, menandai iterasi terbaru dari upaya federal untuk mendefinisikan aturan bagi industri mata uang kripto. Sebagaimana dilaporkan oleh The Block, versi yang baru dirilis ini memperkenalkan perlindungan khusus yang ditujukan bagi pengembang perangkat lunak, mengatasi kekhawatiran yang sudah lama ada mengenai potensi tanggung jawab bagi pembuat kode non-kustodial. Selain itu, teks tersebut mencakup ketentuan etika khusus yang berisi tanggal kedaluwarsa yang direncanakan pada tahun 2029. Sebagai tanggapan atas teks legislatif yang diperbarui tersebut, para pelaku di seluruh sektor mata uang kripto mendesak Senat untuk membawa RUU tersebut ke sidang paripurna untuk pemungutan suara resmi, menurut laporan dari The Defiant.

Gesekan Lintas Partai dan Penolakan

Terlepas dari momentum dari para advokat industri, RUU tersebut menghadapi gesekan yang signifikan di dalam Senat. CryptoBriefing mencatat bahwa draf undang-undang tersebut, yang dibuat sebagai inisiatif Partai Republik, saat ini tidak memiliki dukungan bipartisan yang luas. Akibatnya, langkah tersebut dianggap kecil kemungkinannya untuk mengamankan pengesahan akhir tanpa revisi substansial lebih lanjut. Titik perselisihan utama berpusat pada ketentuan etika; para Demokrat Senat telah dengan tajam mengkritik rencana etika yang diusulkan, menciptakan perpecahan yang memperumit lintasan legislatif RUU tersebut, seperti yang dilaporkan oleh The Defiant.

Probabilitas Pemungutan Suara dan Tenggat Waktu

Konflik ini menyoroti tantangan yang sedang berlangsung dalam membangun konsensus mengenai pengawasan kripto federal. Coinpedia melaporkan bahwa kemungkinan pemungutan suara di Senat telah meningkat hingga 72% menjelang tenggat waktu bulan Agustus setelah RUU tersebut melewati rintangan prosedural utama. Sebagaimana dicatat oleh The Block, kemajuan kerangka kerja legislatif ini berpotensi berdampak pada sentimen pasar mata uang kripto yang lebih luas dan memengaruhi keputusan investasi masa depan di seluruh sektor. Kendati demikian, dengan para anggota parlemen yang terpecah atas kerangka etika dan dukungan partisan secara keseluruhan, hasil akhir tetap bergantung pada apakah para pemimpin kongres dapat menjembatani kesenjangan kebijakan yang tersisa sebelum jendela legislatif ditutup.

#clarity act#senate#regulation#crypto policy#congress

This article was reconstructed from public reporting with AI assistance and is for informational purposes only — not financial advice. See our editorial policy.