← TradeAssi News
macroJuly 27, 2026·TradeAssi Newsroom

Harga Minyak Turun Saat AS dan Iran Menghentikan Sementara Serangan Militer

TL;DR

  • Harga minyak AS turun 8% dan minyak mentah Brent merosot 4% seiring dihentikannya sementara serangan militer antara AS dan Iran.
  • Iran menawarkan untuk menghentikan serangan asalkan AS mempertahankan penangguhan serangan setelah pembatalan operasi oleh Donald Trump.
  • Kedua negara memasuki negosiasi diplomatik, meskipun Iran mengecam dugaan serangan AS terhadap kapal penyelamat di Selat Hormuz.

Minyak Mentah Turun di Tengah Jeda Permusuhan

Pasar energi global merespons dengan cepat tanda-tanda meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang menyebabkan penurunan tajam pada harga minyak mentah. Menurut laporan dari CryptoBriefing, harga minyak Amerika Serikat turun hingga 8%, sementara minyak mentah Brent mencatat penurunan sebesar 4%. Tolok ukur energi yang lebih luas turun sebesar 5% menyusul indikasi bahwa keterlibatan militer langsung antara kedua negara mungkin ditangguhkan untuk sementara waktu.

Penurunan nilai minyak mentah yang tiba-tiba ini mencerminkan pergeseran ekspektasi di kalangan pelaku pasar seiring dengan beralihnya serangan militer ke jalur diplomatik. Volatilitas harga pada kontrak tolok ukur energi sebelumnya sempat meningkat selama konfrontasi terakhir, menjadikan jeda saat ini sebagai faktor utama yang mendorong penyesuaian kembali pasar secara langsung.

Iran Mengisyaratkan Penghentian Serangan Bersyarat

Penurunan harga energi ini mengikuti pengumuman bahwa pejabat Iran menyatakan kesediaan mereka untuk menangguhkan operasi militer lebih lanjut, dengan syarat Amerika Serikat menahan diri untuk tidak melanjutkan serangan mereka sendiri. Pembukaan diplomatik ini muncul setelah Donald Trump membatalkan rencana tindakan militer terhadap target-target di Iran.

Dengan dihentikannya serangan aktif untuk sementara waktu, kedua negara telah memulai negosiasi untuk mengatasi masalah keamanan yang sedang berlangsung. Pelaku pasar mengamati diskusi ini secara dekat, karena komitmen jangka panjang terhadap gencatan senjata dapat semakin mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak naik. Namun, pernyataan resmi Iran menekankan bahwa kelanjutan penahanan militer mereka tetap bergantung sepenuhnya pada kepatuhan Washington dalam mempertahankan jeda tersebut.

Insiden Maritim Menjaga Risiko Latar Belakang

Terlepas dari pergerakan menuju diskusi diplomatik, gesekan mendasar tetap ada di koridor maritim vital. CryptoBriefing melaporkan bahwa otoritas Iran secara terbuka mengecam dugaan serangan militer AS yang menargetkan kapal-kapal penyelamat di Selat Hormuz. Selat Hormuz tetap menjadi salah satu jalur transit paling penting di dunia untuk pengiriman minyak bumi global.

Meskipun kedua belah pihak terlibat dalam perundingan untuk mencegah eskalasi militer lebih lanjut, insiden maritim menyoroti rapuhnya sifat perjanjian saat ini. Pengamat pasar terus memantau perkembangan di wilayah tersebut, menyeimbangkan penurunan sementara dalam permusuhan terbuka dengan sengketa keamanan yang sedang berlangsung di jalur pelayaran strategis.

#oil#macroeconomics#geopolitics#iran#us

This article was reconstructed from public reporting with AI assistance and is for informational purposes only — not financial advice. See our editorial policy.