← TradeAssi News
regulationJuly 24, 2026·TradeAssi Newsroom

Undang-Undang CLARITY Terhenti di Senat AS Akibat Sengketa Etika dan Batas Kalender

TL;DR

  • Perbedaan pendapat antarpartai mengenai ketentuan etika telah membuat Undang-Undang CLARITY terhenti di Senat AS.
  • Senator John Thune menyatakan keraguannya bahwa para pembuat undang-undang akan melakukan pemungutan suara terhadap RUU tersebut sebelum reses Agustus.
  • Kelompok advokasi kripto mendesak adanya kemajuan seiring menyempitnya jendela legislatif menjelang tahun 2026.

Kebuntuan Legislatif Terkait Ketentuan Etika

Upaya untuk mengesahkan undang-undang struktur pasar mata uang kripto yang komprehensif di Amerika Serikat telah menghadapi hambatan signifikan di Senat. Undang-Undang CLARITY saat ini mengalami kemacetan karena para pembuat undang-undang terlibat dalam perdebatan sengit mengenai pedoman etika yang diusulkan dalam kerangka RUU tersebut. Gesekan antarpartai mengenai aturan-aturan ini telah menghentikan kemajuan pada langkah secara keseluruhan.

Ketidaksepakatan berpusat pada naskah etika yang disusun oleh kepemimpinan Partai Republik. Seorang anggota parlemen dari Partai Demokrat mengkritik usulan dari GOP tersebut, dengan menyebutnya sebagai "bukan upaya yang serius," menurut CryptoPotato. Selain itu, CryptoBriefing melaporkan bahwa kebuntuan tersebut berkaitan dengan masalah etika yang melibatkan Donald Trump. Penentangan dari pihak Demokrat telah menghalangi para pembuat undang-undang untuk mencapai konsensus mengenai paket regulasi tersebut.

Jadwal Ketat Ancam Pemungutan Suara Pra-Reses

Memperparah perselisihan kebijakan ini adalah jadwal legislatif yang menyusut dengan cepat. Dengan semakin dekatnya masa reses bulan Agustus, para pemimpin di Senat mempertanyakan apakah ada waktu yang cukup untuk menyelesaikan sengketa etika dan membawa RUU tersebut ke sidang paripurna.

Senator John Thune menyuarakan skeptisisme mengenai batas waktu tersebut, yang mengindikasikan keraguan bahwa Senat akan mengadakan pemungutan suara pada Undang-Undang CLARITY sebelum reses mendatang, seperti yang dilaporkan oleh Bitcoin Magazine. Decrypt juga mencatat bahwa kombinasi antara ketidaksepakatan etika dan kendala waktu membuat pengesahan sebelum libur Agustus sangat kecil kemungkinannya, yang berdampak pada ekspektasi pasar terhadap kejelasan regulasi federal yang cepat.

Industri Desak Tindakan Sebelum Siklus Pemilu

Terlepas dari berbagai rintangan di Kongres, organisasi advokasi aset digital terus menuntut pergerakan pada RUU tersebut. Cointelegraph melaporkan bahwa kelompok-kelompok industri kripto mendesak para pembuat undang-undang untuk bertindak cepat, dengan menunjukkan bahwa jendela yang tersedia untuk menetapkan undang-undang struktur pasar semakin menutup menjelang siklus pemilu 2026.

Para pendukung menekankan bahwa aturan pasar formal tetap diperlukan untuk menentukan batasan regulasi, meskipun momentum legislatif saat ini bergantung pada penyelesaian perdebatan etika yang sedang berlangsung.

#clarity act#us senate#crypto regulation#john thune#ethics

This article was reconstructed from public reporting with AI assistance and is for informational purposes only — not financial advice. See our editorial policy.