Bitcoin Turun di Bawah $64.000 di Tengah Meningkatnya Konflik AS-Iran dan Retorika Perdagangan Trump

TL;DR
- Harga Bitcoin turun di bawah ambang batas $64.000, menyentuh level terendah di kisaran $63.000.
- Ketegangan geopolitik meningkat menyusul serangan militer AS terhadap Iran dan serangan balasan di Oman.
- Tuduhan Donald Trump mengenai campur tangan Tiongkok dalam pemilu menambah tekanan lebih lanjut pada aset berisiko global.
Konflik Geopolitik Memicu Aksi Jual Kripto
Bitcoin mengalami tren penurunan yang signifikan, jatuh di bawah angka $64.000 dan menyentuh level terendah di $63.000. Penurunan pasar ini bertepatan dengan eskalasi tajam ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penurunan dimulai setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan militer baru terhadap Iran.
Sebagai tanggapan atas tindakan militer Amerika tersebut, Garda Revolusi Iran menargetkan instalasi radar AS yang berlokasi di Oman. Pasukan Iran telah berjanji untuk melakukan serangan tambahan, yang memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di kawasan Teluk. Menyusul peristiwa ini, Tiongkok dan Pakistan mengeluarkan seruan bersama yang mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk menyetujui gencatan senjata segera dan kembali ke negosiasi diplomatik.
Komentar Trump tentang Tiongkok Memicu Ketidakpastian Pasar
Menambah gesekan geopolitik, mantan Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang membawa ketidakstabilan lebih lanjut ke pasar global. Trump menuduh Tiongkok ikut campur dalam pemilihan presiden AS tahun 2020.
Menurut laporan dari Crypto Briefing, tuduhan ini membuat gencatan senjata perdagangan yang ada antara Amerika Serikat dan Tiongkok berada dalam risiko serius. Prospek permusuhan perdagangan yang diperbarui antara dua ekonomi terbesar di dunia ini sangat membebani sentimen investor, yang mendorong penarikan lebih luas dari aset berisiko seperti mata uang kripto.
Prospek Pasar dan Penghindaran Risiko
Menurut CoinDesk, kombinasi dari meningkatnya aksi militer di Timur Tengah dan gesekan perdagangan AS-Tiongkok yang diperbarui secara aktif menekan permintaan untuk aset berisiko. Para analis mengamati bahwa ketidakpastian yang sedang berlangsung seputar peristiwa internasional ini kemungkinan akan terus menekan pasar mata uang kripto. Jika ketegangan global terus meningkat, momentum penurunan untuk Bitcoin dan aset digital lainnya dapat berlanjut dalam waktu dekat.
This article was reconstructed from public reporting with AI assistance and is for informational purposes only — not financial advice. See our editorial policy.
Related
Global Markets Diverge as Financial and Crypto Sectors Rally While Asian Tech Stocks Slump
Bitcoin and Ethereum Rebound to Multi-Week Highs Following US Inflation Data
BlackRock Crypto Assets Drop 39% Over Past Year Despite $15 Billion in Net Inflows
Stripe and Advent International Launch $53 Billion Takeover Bid for PayPal